Keracunan 431 Santri di Sidoarjo, BBPOM Cari Penyebabnya

Sebanyak 431 santri di Sidoarjo keracunan usai menyantap MBG. BBPOM Surabaya turun ke SPPG Kalitengah untuk mengusut penyebabnya. INPhoto/BBPOM Surabaya
Sebanyak 431 santri di Sidoarjo keracunan usai menyantap MBG. BBPOM Surabaya turun ke SPPG Kalitengah untuk mengusut penyebabnya. INPhoto/BBPOM Surabaya

SIDOARJO, INFONEWS.ID - Kasus keracunan MBG yang menimpa 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, langsung mendapat perhatian Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya.

Ratusan santri itu dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

Kepala BBPOM di Surabaya Yudi Noviandi mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran langsung ke SPPG. Pemeriksaan dilakukan bersama dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo.

“Kami menyimak bahwa data dan informasi yang diperoleh cukup banyak, korban kasus dari keracunan pangan yang terjadi kemarin. Kami turut sedih juga,” kata Yudi.

Menurut Yudi, tim BBPOM saat ini masih menggali informasi untuk memastikan penyebab kejadian. Pemeriksaan diperlukan sebelum pihaknya dapat menyimpulkan faktor yang memicu keracunan.

“Intinya saat ini tim dari Balai Besar POM di Surabaya sedang turun ke SPPG. Kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo untuk menggali informasi lebih lengkap,” ujarnya.

BBPOM Surabaya, kata Yudi, ingin memastikan sumber persoalan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.

“Kita akan menggali informasi lebih lengkap, intinya guna menetapkan apa penyebab dari peristiwa keracunan pangan ini sampai terjadi,” kata dia.

Kasus itu bermula setelah para santri Manbaul Hikam menyantap menu MBG. Salah seorang santri bahkan mengaku merasakan keanehan saat mengonsumsi makanan yang disajikan.

Dengan jumlah korban mencapai 431 orang, penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para santri menjadi bagian penting dalam pengungkapan kasus. Tim BBPOM bersama instansi terkait kini melakukan pemeriksaan dan pengumpulan informasi di SPPG Kalitengah.

Yudi menegaskan, hasil investigasi tidak hanya ditujukan untuk mengungkap penyebab kejadian, tetapi juga menjadi langkah pencegahan agar kasus santri keracunan MBG tidak terulang.

“Tujuannya adalah kita ingin memastikan bahwa kejadian serupa ke depan sudah tidak terjadi lagi. Itu harapan kita,” tegasnya.

Editor : Alim Kusuma