SIDOARJO, INFONews.ID - Adam Rusydi dari Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim, mendengar, menampung serta menyampaikan jalan keluar penanganan terkait berbagai peristiwa di masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini. Misalnya, menyeruaknya penyebaran HIV/AIDS di kalangan anak muda dan pelajar, pergaulan bebas juga peristiwa tawuran. Itu, dibahas di Reses Masa Persidangan III Tahun 2025-2026 Pimpinan dan Anggota DPRD Jatim, di wilayah Dapil II di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan dengan masyarakat yang digelar di halaman rumah Bahtiar Ludfi di Desa Bakung Temenggungan RT. 015 RW 004 Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo itu terurai setelah muncul pertanyaan dari Hendry salah satu mahasiswa yang hadir.
"Disinilah pentingnya peran keluarga dan lingkungan untuk bersama-sama peduli termasuk dalam mendidik remaja agar tidak terjerumus masalah kenakalan remaja dan persoalan hukum lainnya," kata Adam Rusydi.
Seiring itu, Adam Rusydi dari Komisi C tersebut membeberkan beberapa program pemerintah yang berkaitan dengan kepemudaan sebagai solusi alternatif guna menanggulangi persoalan kenakalan remaja.
"Remaja kalau sekolah sekitar 6 sampai 8 jam. Selebihnya mereka berada di rumah yang sekitar 16 jam. Sehingga lingkungan dan keluarga sangat menentukan dalam pembentukan mental generasi muda tersebut. Karena itu sebagai wakil rakyat, saya menawarkan solusi agar pihak desa bisa memanfaatkan dan memaksimalkan program pemerintah daerah yang berkaitan dengan program-program pendidikan dan kepelatiham pemuda," urainya.
Ia membeber, program pemerintah Kabupaten Sidoarjo maupun dari Pemprov Jatim juga program pemerintah pusat tentang pendidikan harus bisa dimanfaatkan. Seperti PIP untuk pelajar SLTA maupun KIP untuk yang kuliah serta program pelatihan kerja dan pengembangan pertanian bagi pemuda yang baru lulus sekolah maupun yang belum mendapatkan pekerjaan, itu harus dimanfaatkan.
"Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan produksi pertanian, dengan menempatkan pemuda untuk melakukan pelatihan pertanian. Termasuk ada program pelatihan kerja seperti kursus membersihkan AC, mengelas dan ketrampilan kerjs lainnya," kata Adam.
Program tersebut bisa dimanfaatkan untuk membina pemuda di desa terutama yang masih menganggur, agar tidak salah pergaulan dan mengarah pada perbuatan melanggar hukum dan norma agama," tandas Adam.
Selain masalah kepemudaan, Adam juga mendapat permintaan warga untuk membantu melancarkan pendirian kewirausahaan dan UMKM. Warga berharap ada ukuran bantuan permodalan dan sarana atau alat untuk UMKM seperti rombong dan lainnya.
Menanggapi itu, Adam meminta masyarakat yang berniat membuka usaha atau UMKM, agar serius. Misalnya, saat setelah diberikan rombong tidak digunakan dengan maksimal, akhirnya mangkrak bahkan ada yang dijual.
"Kami juga pernah membantu pengadaan 25 mesin jahit dan melatih ibu-ibu untuk menjahit. Namun hasilnya dari jumlah tersebut hanya dua orang yang bertahan, lainnya malah menjual mesin jahitnya. Karena itu saya minta mereka yang mengusulkan pengadaan alat UMKM saya minta serius. Karena dengan serius, maka akan terbentuk mental yang kuat dalam mengembangkan usaha dan sukses," ujarnya.
Sambil mencontohkan beberapa pelaku UMKM sukses yang pernah dibantu, Adam menyarankan kepada pihak terkait di desa untuk mengawal program-program bantuan tersebut apabila usulan para warga ini direalisasikan. (*)
Editor : Tudji Martudji