Sesalkan foto pertemuan beredar di medsos

Sengketa Tanah Unitomo Surabaya Berlanjut ke Proses Hukum

Pemberian bujet dari Pendekar ke Polda Jatim yang diunggah di medsos (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Surabaya - Kasus yang menimpa Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU) terkait tanah di Trawas, saat ini ditangani Polda Jawa Timur. Namun, di dalam kampus sendiri, civitas akademika Universitas Dr Soetomo (Unitomo) resah setelah mengetahui ada pertemuan antara kelompok Pendekar Unitomo dengan Polda Jatim hari Jumat, (13/8/2021) kemarin.

Kemudian, pertemuan itu diunggah ke medsos milik Bachrul Amiq. Pertemuan antara Pendekar dengan Polda Jatim itu mempertanyakan kejelasan kasus jual beli tanah milik YPCU yang kemudian menjadikan ketua pembina Prof EY sebagai tersangka.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Humas YPCU Mohamad Hasan, mengaku heran.

"Mengapa Ketua Pendekar, Dr Bachrul Amiq (mantan Rektor Unitomo) mengumbar pertemuan tersebut melalui media sosialnya dan zoom. Ada apa ini?," ujar Hasan.

Lanjut Hasan, penyidikan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan dengan mencari serta mengumpulkan bukti yang mana menunjukkan unsur tindak pidana.

Seharusnya bukan jadi konsumsi masyarakat, hanya pelapor dan terlapor, ada informasi yang dapat diakses oleh masyarakat seperti informasi yang wajib diumumkan secara serta merta, tersedia setiap saat dan disampaikan secara berkala.

Dia menegaskan, hal itu seperti yang diatur dalam Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 6 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Sistem Informasi Penyidikan.

Secara jelas terang benderang mengatur informasi yang dapat menimbulkan keresahan serta kekhawatiran masyarakat dan perkembangan hasil proses penyidikan tindak pidana.

"Dapat diketahui motif di balik mengapa informasi tersebut disampaikan ke publik," terangnya.

Dia menyebut Pendekar itu dibentuk melalui SK Rektor Unitomo yang baru. "Mestinya SK Rektor bersifat mengikat ke dalam (universitas), kok tiba-tiba menjadi alat penekan lembaga yang mengangkatnya (Yayasan)," tambahnya.

Hasan menilai, unggahan pertemuan di medsos itu ada nuansa politiknya.

"Dilihat dari anggota pendekar yang hadir jelas ini show of force. Ada politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Dr Achmad Rubai, juga ada adik ipar Menkopolhukam, yang juga suami dari Rektor Unitomo Dr Hj Siti Marwiyah, SH, MH, dan ada Dr Bachrul Amiq yang kini sedang proses mencalonkan diri sebagai calon tunggal Dekan Fakultas Hukum. Ada apa ini," tanya Hasan.

Sementara, pihak yayasan selama ini bersifat kooperatif terhadap panggilan Polda Jatim.

"Mengapa masih dipolitisisasi," tutur Hasan. (rls/red)

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait